Bupati Setengah Hati Penuhi Desakan Ulama Tolak Ajang Miss World 2013

CIBINONG - Ulama tolak keras ajang Miss World di Bogor, Bupati tak tegas.

Kontra mengenai perhelatan Miss World 2013 yang rencananya akan diadakan di Bogor digulirkan oleh para aktifis muslim Forum Umat Islam, Persatuan Pemuda Muslim Indonesia, Ormas Islam lainnya, bahkan dikecam keras oleh Majelis Ulama Indonesia. 

Terlebih lagi adanya desakan warga dan ulama Bogor yang menolak penyelenggaraan kontes miss world di bumi Tegar Beriman semakin deras, sederas air bah sungai ciliwung. 

Sekretaris Jenderal Persatuan Pemuda Muslim Indonesia, Rahmat Gunawan mengutuk even itu dan menganggap ada sebuah rencana dibenturkan umat Islam dengan Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan.

"Tentunya seorang Gubernur yang membawahi sebuah wilayah pada beberapa daerah tidak akan dibolehkan menyelenggarakan sebuah kontes seperti Miss World jika bukan karena rekomendasi Pemerintah Pusat. PAD Pariwisata dari ajang ini tidaklah penting dibandingkan dampak yang ditimbulkan, yakni pergeseran moral menjadi bobrok," kata Rahmat Gunawan saat dihubungi, Ahad (2/6/2013).

Gubernur Ahmad Heryawan, lanjutnya, telah mengatakan bahwa ia hanya dimintai ijin sekedar secara prosedural saja, tetapi yang memberikan semua ijin tersebut adalah Menteri Budaya dan Pariwisata.


"Kalau Gubernur dan Bupati tidak tegas, alias setengah - setengah menolak ajang missworld di Bogor maka kami akan demo besar. Padahal, mereka adalah orang penting di partai Islam akan tetapi keimanan mereka patut kita pertanyaakan, sebab tindak tanduk dan pola pikirnya berparadigma tak ubahnya kaum sekuler. Inilah, yang namanya munafik," kecamnya.

Mengenai perijinan pihak kepolisian, lanjut Rahmat Gunawan, adalah perijinan keramaian dilokasi. Tetapi, yang kami tuntut bukannya keramaian melainkan "Menolak Budaya Asing Yang Merusak Moralitas Anak Bangsa"

"ini kan sama saja dengan lempar tanggungjawab, sebab yang dituntut warga muslim di Bogor adalah jangan sampai penyelenggaraannya berada di wilayah Jawa Barat, apalagi di wilayah Bogor," tegasnya.

Menurut aktifis Islam, Abu Jaisy  bahwa  Kontes-kontes yang mengumbar Aurat memang selayaknya dihilangkan. Namun, lanjutnya, umat Islam hanya reaktif menolak ketika ada ajang Miss World yang akan diadakan di Bogor atau saat pengiriman delegasi untuk ikut Miss World. 

"Padahal kontes Miss World 2013 yang akan diadakan di Bogor sendiri menghilangkan Sesi Penggunaan Bikini. Lalu apa bedanya kontes Miss World dan Kontes Putri Indonesia, dan beberapa ajang pencari bakat yang lainnya? Nggak ada bedanya. Lalu kenapa kita umat Islam juga tidak menolak sekeras kontes yang ada di Indonesia? Aneh bukan!," tegasnya.

Hal senada, Ketua Forum Umat Islam (FUI) Bogor Raya, Yus Khaerunnisa secara tegas tidak membenarkan ajang yang bertolak belakang dengan etika Islam itu diselenggarakan di bumi tegar beriman maupun di penjuru tanah air tercinta ini. 

Sementara, Ketua MUI Kabupaten Bogor, KH. Ahmad Mukri Aji mewakili aspirasi warga muslim dan para ulama menegaskan penolakan terhadap kontes miss world dan peningkatan program Nobat merupakan pernyataan sikap hasil dari kesepakatan 2000 ulama se-Kabupaten Bogor. “Pernyataan sikap kami ini semata-mata demi memajukan Kabupaten Bogor,” jelasnya. 

Mendengar tuntutan itu, Bupati Bogor tersirat tidak tegas saat menanggapi desakan untuk tidak memberikan ijin penyelenggaan even itu. Pasalnya, Bupati hanya menyatakan bahwa aspirasi dari masyarakat itu harus ia terima. 

“Ketika ada aspirasi dari ulama, saya harus menerimanya. Karena, walaupun bagaimana itu merupakan suara masyarakat yang tidak boleh saya abaikan, saya ikut apa kata ulama,” kata Rahmat Yasin, Kamis (30/5/2013) kemarin.

Mengenai perizinan penyelenggaraan kontes tersebut, Bupati mengaku itu bukan kewenangannya. Secara terang - terangan dirinya melempar tanggung jawab sebagai orang nomor satu di kabupaten Bogor, dengan mengatakan bahwa untuk proses perizinannya merupakan kewenangan pihak kepolisian. 

“Saya ini kan pejabat negara, saya tidak boleh menggunakan terminologi menolak karena persoalan itu menjadi kewenangan kepolisian,” ungkapnya.

Meski demikian, Bupati masih ingin program Nongol Babat (Nobat) akan terus dilakukan, mengingat adanya desakan dari ulama agar program tersebut dapat terus dilaksanakan dengan lebih baik. Hal ini disampaikannya saat membuka kegiatan pendidikan kader ulama (PKU) VII dan gerakan sukses Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Bogor tahun 2013. 

Informasi yang dihimpun tim Redaksi, Miss World adalah kontes kecantikan pertama dan terbesar di dunia, yang didirikan sejak tahun 1951 di United Kingdom oleh Eric Morley. Merupakan kebanggaan bagi Indonesia untuk dapat menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Miss World yang ke 63 di tahun 2013 ini. 

Melalui event besar ini, Indonesia akan menjadi sorotan dunia dan tentunya merupakan kesempatan besar untuk mempromosikan Indonesia di manca negara. Ajang ini bukan hanya memperkenalkan seni dan budaya Indonesia, namun juga perkembangan industri fashion Indonesia melalui acara World Fashion Designer. 

Miss World 2013 akan diikuti oleh sekira 120 kontestan dari berbagai negara, sehingga akan membuka peluang bagi para perancang busana terbaik Indonesia untuk menunjukan karya rancangan adibusananya kepada dunia, dengan mengangkat tema Byzantine dalam sentuhan budaya Indonesia. (als)







Editor: MICHELLE
Email: redaksiberitabogor@gmail.com

JADILAH ORANG PERTAMA YANG MENGOMENTARI :



Dikirim oleh Al Sabili pada 15.26. dan Dikategorikan pada , , . Kamu dapat meninggalkan komentar atau pesan terkait berita / artikel diatas
Kang Lintas
Kang Lintas Kang Lintas Kang Lintas

2010 Berita Bogor. All Rights Reserved. - Designed by Berita Bogor