Koalisi PDI Perjuangan-PBB Guncang Bogor

CIBINONG - Koalisi PDI Perjuangan dan PBB membuat suhu politik memanas.

Pasalnya, belasan Parpol yang mengusung RY-Nurhayanti diprediksi bakal tergilas saat perolehan suara pada Pemilihan Bupati Bogor periode 2013 - 2018 yang digelar KPU Kabupaten Bogor pada tanggal 8 September mendatang. 

Belum lagi adanya pengaruh para pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati dari jalur independen, Alex Sandi Ridwan - Hengky Tornado maupun Gunawan Hasan dan Muhammad Akri yang telah turun kebawah secara riil.

Kepada Berita Bogor, Ketua DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Kabupaten Bogor, H.M Ma'ruf mengatakan koalisi PBB dengan PDI Perjuangan mulai terbangun atas dasar kesepakatan hasil pleno partai dan intruksi dari DPP PBB.

"Koalisi ini bukan untuk berbagi kekuasaan, melainkan murni untuk memperjuangkan nasib rakyat pedesaan di wilayah Bogor yang selama ini di perlakukan kurang adil oleh penguasa. Dukungan penuh kami berikan kepada Karyawan Faturahman dan Adrian Aria Kusuma untuk perjuangan itu," tegasnya. 

PBB adalah sebuah partai politik Indonesia yang berasaskan Islam dan menganggap dirinya sebagai partai penerus Masyumi yang pernah jaya pada masa Orde Lama. Partai Bulan Bintang didirikan pada 17 Juli 1998.

Partai ini telah ikut pemilu selama tiga kali yaitu pada Pemilu tahun 1999, 2004 dan Pemilu tahun 2009. Pada Pemilu tahun 1999, Partai Bulan Bintang mempu meraih 2.050.000 suara atau sekitar 2% dan meraih 13 kursi DPR RI. 


Sementara pada Pemilu 2004 memenangkan suara sebesar 2.970.487 pemilih (2,62%) dan mendapatkan 11 kursi di DPR. Partai ini sebelumnya diketuai oleh Yusril Ihza Mahendra, tokoh yang pernah menjabat Menteri Sekretaris Negara di massa Presiden SBY, Tokoh ini mempunyai ciri tahilalat di wajahnya dan dikenal sebagai tokoh yang memelopori Amandemen Konstitusi Pasca Reformasi, di tengah tuntutan Federalisme dari beberapa tokoh. Berikutnya MS Kaban dipilih sebagai ketua umum pada 1 Mei 2005. MS Kaban ketika itu menjabat Menteri Kehutanan di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid Satu.

Dalam Pemilihan Umum Anggota Legislatif 2009, partai ini memeroleh suara sekitar 1,8 juta yang serata dengan 1,7% yang berarti tidak mampu meraih perolehan suara melebihi parliamentary threshold 2,5% sehingga berakibat pada tidak memiliki wakil seorang pun di DPR RI , meski di beberapa daerah pemilihan beberapa calon anggota DPR RI yang diajukan memenuhi persyaratan untuk ditetapkan sebagai Anggota DPR RI.

Sejak Muktamar ke-3, April 2010, di Medan partai ini telah menetapkan kembali MS Kaban sebagai Ketua Umum Sedangkan BM Wibowo Hadiwardoyo mantan Sekjen Organisasi massa Islam Hidayatullah diangkat sebagai Sekretaris Jenderal dan Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, SH., M.Sc. sebagai Ketua Majelis Syura sedangkan DR. Fuad Amsyari sebagai Ketua Dewan Kohormatan Partai.

Berkaitan dengan itu, kekuatan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) sebagai politik terbesar dan merakyat di Indonesia menyambut baik koalisi ini. Menurut Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, Karyawan Faturahman. Lahirnya PDI-P dapat dikaitkan dengan peristiwa 27 Juli 1996. 


Hasil dari peristiwa ini adalah tampilnya Megawati Soekarnoputri di kancah perpolitikan nasional. Walaupun sebelum peristiwa ini Megawati tercatat sebagai Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia dan anggota Komisi I DPR, namun setelah peristiwa inilah, namanya dikenal diseluruh Indonesia.

Setelah dibukanya kehidupan kepartaian politik oleh Presiden Habibie, untuk menyongsong Pemilu 1999, PDI-P didirikan. Dalam Pemilu ini, PDI-P memperoleh peringkat pertama untuk suara DPR dengan memperoleh 151 kursi. Walaupun demikian, PDI-P gagal membawa Megawati ke kursi kepresidenan, karena kalah voting dalam Sidang Umum MPR 1999 dari Abdurrahman Wahid, dan oleh karenanya Megawati menduduki kursi wakil presiden. Setelah Abdurrahman Wahid turun dari jabatan presiden pada tahun 2001, PDI-P berhasil menempatkan Megawati ke kursi presiden.

Dalam Pemilu Legislatif 2004, perolehan suara PDI-P turun ke peringkat kedua, dengan 109 kursi. Untuk Pemilu Presiden 2004, PDI-P kembali mencalonkan Megawati sebagai calon presiden, berpasangan dengan KH Hasyim Muzadi sebagai calon wakil presiden.


Koalisi ini terbangun, lanjut Karyawan Faturahman, menjelang peringatan lahirnya Pancasila. "Mari kita memaknainya dengan merubah prilaku diri menjadi lebih baik dengan menjunjung tinggi nilai - nilai yang terkadung dalam pasal - pasal Pancasila.

Dia menegaskan, Pancasila adalah harga mati, dan memaknainya bukan dengan membanggakan piagam penataran P-4 semata, melainkan mengimplementasikan dalam kehidupan sehari - hari. "Dalam kultur budaya Leluhur Sunda sudah jelas bahwa kita kudu silih asah, silih asih, silih asuh," tambahnya. (als)





Editor: Alsabili

Email: redkasiberitabogor@gmail.com

JADILAH ORANG PERTAMA YANG MENGOMENTARI :



Dikirim oleh Al Sabili pada 23.52. dan Dikategorikan pada . Kamu dapat meninggalkan komentar atau pesan terkait berita / artikel diatas
Kang Lintas
Kang Lintas Kang Lintas Kang Lintas

2010 Berita Bogor. All Rights Reserved. - Designed by Berita Bogor