Klarifikasi Pasien Korban Kecelakaan Puncak

Klarifikasi pemberitaan pasien korban kecelakaan Bus Mustika Mega Utama dipulangkan sepihak RSUD Ciawi.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Bogor, TB.Luthfie Syam menegaskan tidak mungkin seorang Kepala Rumah Sakit, bisa mengusir pasien karena yang bisa memutuskan bisa pulang atau tidak adalah dokter yang menangani. Hal ini ditegaskan Luthfi di kantornya, Senin (4/3/2013).

“Tidak mungkin seorang Kepala Rumah Sakit, bisa mengusir pasien karena yang bisa memutuskan bisa pulang atau tidak adalah dokter yang menangani, makanya di setiap rumah sakit ada Komite Medik yang sifatnya independen yang senantiasa mengawasi”, tandas Luthfi.

Luthfie melanjutkan, memang ada penjelasan dari perawat kepada pasien bernama Siva, bahwa pasien sudah bisa pulang dan rawat jalan, tapi kalau tetap ingin dirawat pun tidak apa-apa. Namun alangkah lebih baiknya jika sudah bisa pulang lebih baik pulang, dengan pertimbangan bahwa rumah sakit bukan lingkungan yang baik untuk seorang anak baik secara psikologis maupun aspek kesehatan dibandingkan dengan rumah tinggalnya. Namun itu pun dengan catatan pasien bisa tetap rawat jalan dan segalanya biaya ditanggulangi Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Kaitan dengan pasien Siva, dia tidak patah tulang, luka-luka seperti memar di pipi kanannya ditangani dengan baik oleh dokter ahli. Jadi jika disebut pasien tersebut patah tulang, itu salah. Tidak hanya Siva, semua pasien yang menjadi korban kecelakaan bus tersebut ditangani dengan baik dengan mengerahkan segala sumber daya yang kita miliki, seperti dokter-dokter ahli”, terangnya.

Lebih lanjut, Luthfi memaparkan, sebelumnya kecelakaan Bus Mustika Mega Utama yang membawa para peziarah asal Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, siang itu begitu kejadian, Bupati Bogor langsung turun ke lokasi dengan tim. Sebelumnya telah dikirim tim kecil dari Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Bogor. Pukul 13.00 kita dapat kabar bahwa itu adalah warga Sukajaya. Saat itu juga Kepala Dinas Kesehatan langsung lapor Bupati. Langkah selanjutnya, pemerintah mengirim ambulan, namun jumlahnya terbatas, karena itu segera meminta bantuan dari beberapa RS swasta Kabupaten Bogor. Tidak hanya mengirim ambulan tapi tim medis untuk membantu RSUD Cimacan.

“Di RSUD Cimacan, Bupati perintahkan seluruh jenazah dibawa semua ke RSUD Ciawi, untuk direkonstruksi secara sempurna. Malam itu RSUD Ciawi mengerahkan semua sumber daya yang ada, semua dokter ahli, dan dokter forensik, semua tim yang dikoordinir Kepala RSUD Ciawi bekerja sampai pagi. Pada saat itu diutamakan menolong korban yang dalam kondisi gawat, merekontruksi jenazah, dan luka ringan. Malam itu 14 korban luka ringan bisa pulang. Untuk korban tewas, dilakukan tahapan setelah rekonstruksi ada identifikasi, memanggil keluarga jenazah, pemulasaran, sampai siap dimakamkan”, lanjutnya.

Sekitar pukul 05.30 WIB, seluruh korban tewas bisa dikembalikan kepada keluarganya untuk dimakamkan. Dengan mengerahkan penggawalan bersama Polres, Dishub, dan Kodim. Pemerintah Kabupaten Bogor melalui BPBD juga memberikan santunan kepada keluarga korban. Sampai hari ini 13 masih dirawat dan dilayani dengan baik, ini semua tanggung jawab Pemerintah, dan satu rupiah pun pasien digeratiskan.

“Kita khawatir informasi yang merebak ini diperoleh dari orang yang bukan memiliki kewenangan. Karena tidak boleh terjadi kepala rumah sakit mengusir pasien. Dan soal penggantian pejabat tidak pernah Pemerintah Kabupaten Bogor mengambil keputusan secara emosional, harus disesuaikan dengan peraturan per-undang-undangan yang ada dan pertimbangan yang matang”, tandasnya.

Kami harus berterima kasih, tambah Luthfie, kepada semua pihak dari mulai Polres, Kodim, BPBD, PMI, jajaran Rumah Sakit Ciawi, rumah sakit umum daerah lainnya, serta RS swasta yang sudah mengerahkan kemampuannya menangani korban musibah tersebut.


“Kita harus hargai jerih payah mereka, janganlah mereka disia-siakan. Sangat tidak etik pula jika mereka disebut melakukan hal-hal yang tidak manusiawi”, demikian Luthfie menutup perbincangan. (dis)


JADILAH ORANG PERTAMA YANG MENGOMENTARI :



Dikirim oleh Al Sabili pada 13.22. dan Dikategorikan pada , , . Kamu dapat meninggalkan komentar atau pesan terkait berita / artikel diatas
Kang Lintas
Kang Lintas Kang Lintas Kang Lintas

2010 Berita Bogor. All Rights Reserved. - Designed by Berita Bogor