Rencana Perubahan Kurikulum 2013-2014

CIBINONG - Perubahan kurikulum untuk tahun ajaran 2013-2014 mendapat respon postif dari berbagai kalangan pendidikan.

Sekretaris Dewan Pendidkan Kabupaten Bogor, Didi Furqon menilai, perubahan kurikulum yang akan dilakukan nanti merupakan sebuah langkah yang baik dalam upaya peningkatan mutu pendidikan anak.

“Ini sangat bagus dan saya sangat setuju, apalagi nanti dalam kurikulim baru itu ditekankan adanya sasaran pendidikan dalam setiap jenjang yang dilalui para siswa.

Dengan kurikulum baru ini diharapkan dapat membuat para siswa menjadi lebih baik lagi,” ujarnya. Lebih lanjut, Didi mengatakan, meski kurikulum sebelumnya masih sangat relevan namun perubahan yang dilakukan Kemdikbud merupakan langkah yang strategis dalam mengimbangi perubahan zaman. 


Terkait pengurangan materi pelajaran dalam kurikulum baru nanti, Didi menegaskan hal tersebut bukan menjadi permasalahan utama mengingat pembaharuan kurikulam lebih menitik beratkan pada pembentukan sikap sehingga diharapkan muncul generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga mempunyai sikap yang baik dan bijak ke depannya.
“Ya, memang harus dilakukan untuk membuat siswa memiliki sikap yang baik kedepannya. Apalagi, saya rasa beberapa materi pendidikan yang ada sekarang seperti IPA dan IPS belum cocok jika diajarkan kepada siswa SD,” paparnya.
 

Hal senada juga diutarakan praktisi pendidikan Universitas Ibnu Khaldun Bogor, Fri Suhara yang menilai, perubahan kurikulum dilihat dari perkembangannya memiliki kecenderungan yang postif bagi serapan ilmu anak.

“Ada tiga hal yang positif dari perubahan kurikulum nanti, yakni, kemampuan si anak dalam pembentukan sikap, beban psikologis anak juga berkurang tidak seperti dulu dimana mereka banyak stress karena menghadapi Ujian Nasional serta yang lebih penting lagi, memiliki jiwa nasionalisme,” paparnya.
 

Dia mencontohkan, di Jepang, anak SD tidak diwajibkan mempelajari bahasa asing. Namun begitu, Pemerintah disana juga tidak menghalangi keinginan siswa jika ingin mendalami bahasa tersebut.
“Sama dengan di China, disana semua siswa hanya mendapat pelajaran bahasa asing 1 persen saja. Dan buktinya, itu berhasil khususnya dalam perkembangan karakter dan rasa nasionalisme mereka,” paparnya.


Seperti diketahui, perubahan kurikulum yang akan diterapkan tahun ajaran 2013-2014 nanti tidak terlepas dari penyempurnaan kurikulum 2008 atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang dinilai cenderung mengakomodasi kemampuan kognitif semata dan mengerdilkan kecerdasan berpikir serta pembentukan karakter.


Kurikulum baru yang akan diberlakukan pada tahun ajaran 2013/2014 ini memiliki sasaran dalam setiap jenjang. Untuk tingkat SD, diprioritaskan untuk pembentukan sikap.

Sementara tingkat SMP difokuskan untuk mengasah keterampilan dan untuk tingkat SMA dimulai membangun pengetahuan. Kurikulum baru fokus pada attitude, skill, dan knowledge.


Dalam kurikulum baru itu juga nanti, jumlah mata pelajaran masing-masing jenjang sekolah akan diajukan sesuai dengan yang telah diberitakan sebelumnya. Untuk tingkatan sekolah dasar (SD), hanya akan ada enam mata pelajaran wajib, yaitu PPKN, Agama, Matematika, Bahasa Indonesia, Seni Budaya, dan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes).


Untuk jenjang SD ini, Kemdikbud memang lebih menitikberatkan pada pembentukan sikap sehingga diharapkan muncul generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga mempunyai sikap yang baik dan bijak ke depannya.
(ice)

JADILAH ORANG PERTAMA YANG MENGOMENTARI :



Dikirim oleh Al Sabili pada 23.34. dan Dikategorikan pada , , . Kamu dapat meninggalkan komentar atau pesan terkait berita / artikel diatas
Kang Lintas
Kang Lintas Kang Lintas Kang Lintas

2010 Berita Bogor. All Rights Reserved. - Designed by Berita Bogor