Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kabupaten Bogor


CIBINONG - Upaya Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Bogor dalam pemutakhiran data kependudukan membuahkan penghargaan kategori perekaman e-KTP tertinggi Tahun 2012 dari 300 Kabupaten dan Kota se-Indonesia.

Penghargaan ini diberikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi kepada Bupati Bogor yang diwakili Wakil Bupati Bogor Karyawan Faturachman di Jakarta, (29/11/2012), dalam acara rakor nasional persiapan penyerahan data agregat kependudukan per kecamatan (dak 2) dan sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2011 tentang perubahan kedua atas perpres tentang KTP berbasis nik secara nasional.

Penghargaan ini dijadikan motivasi terutama dalam pelayanan e-KTP untuk masyarakat Kabupaten Bogor dalam meningkatkan pelayanan prima dan maksimal kepada masyarakat.

Dengan diraihnya penghargaan peringkat pertama kategori perekaman e-KTP tertinggi dapat dikatakan  kepedulian masyarakat untuk berpartisipasi cukup tinggi. Tanpa peran serta masyarakat Kabupaten Bogor yang aktif untuk melakukan perekaman data.

Kepala Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil, H.M. Subaweh dalam laporannya menyampaikan hasil perekaman dan penerbitan Kartu Keluarga serta KTP sistem informasi administrasi Kependudukan (SIAK) pada Dinas Dukcapil tercatat berjumlah 5.295.012 jiwa.

Hal ini guna mendukung pemerintah pusat dalam mengoptimalkan Bank Data Kependudukan Nasional atau Pusat Informasi Kependudukan. Pengumpulan data penduduk itu dimulai dari proyek P4B (Pendaftaran Pemilih dan Pendataan Penduduk Berkelanjutan) yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pusat Statistik (BPS).

Data yang dikumpulkan secara serentak itu akan diperbaharui secara berkelanjutan lewat pemutakhiran. Pemutakhiran dilakukan apabila ada transaksi pendaftaran penduduk (misalnya pindah alamat dan ganti nama) dan pencatatan sipil (misalnya meninggal atau kawin).

Data ini bisa dilakukan interkoneksi antar wilayah yang masing-masing memiliki fungsi tertentu dalam pengelolaan data. Entry datanya dilakukan di tingkat kecamatan. Perangkat lunak yang disediakan saat ini bisa memfasilitasi penyimpanan data kependudukan sampai 400 juta penduduk, termasuk pasfoto dan sidik jari. Dengan sistem ini, pengiriman data bisa berlangsung online, dan perubahan data penduduk bisa real time dari seluruh kecamatan di Indonesia.

Dalam penerapan KTP berbasis NIK secara Nasional ini, Depdagri didukung oleh Ditjen Aplikasi dan Telematika, Departemen Komunikasi dan Informasi, agar NIK itu punya reference number yang istilahnya sama bagi seluruh instansi yang mengeluarkan sistem penomoran. Selain itu, dalam pengembangan software didukung oleh BPPT.



Apa itu e-KTP

e-KTP atau KTP Elektronik adalah dokumen kependudukan yang memuat sistem pengendalian baik dari sisi administrasi ataupun teknologi informasi dengan berbasis pada database kependudukan nasional. Penduduk hanya diperbolehkan memiliki 1 (satu) KTP yang tercantum Nomor Induk Kependudukan (NIK). NIK merupakan identitas tunggal setiap penduduk dan berlaku seumur hidup.

Nomor NIK yang ada di e-KTP nantinya akan dijadikan dasar dalam penerbitan Paspor, Surat Izin Mengemudi (SIM), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Polis Asuransi, Sertifikat atas Hak Tanah dan penerbitan dokumen identitas lainnya (Pasal 13 UU No. 23 Tahun 2006 tentang Adminduk)

Autentikasi Kartu Identitas (e-ID) biasanya menggunakan biometrik yaitu verifikasi dan validasi sistem melalui pengenalan karakteristik fisik atau tingkah laku manusia. Ada banyak jenis pengamanan dengan cara ini, antara lain sidik jari (fingerprint), retina mata, DNA, bentuk wajah, dan bentuk gigi. Pada e-KTP, yang digunakan adalah sidik jari.

Penggunaan sidik jari e-KTP lebih canggih dari yang selama ini telah diterapkan untuk SIM (Surat Izin Mengemudi). Sidik jari tidak sekedar dicetak dalam bentuk gambar (format jpeg) seperti di SIM, tetapi juga dapat dikenali melalui chip yang terpasang di kartu.

Data yang disimpan di kartu tersebut telah dienkripsi dengan algoritma kriptografi tertentu. Proses pengambilan sidik jari dari penduduk sampai dapat dikenali dari chip kartu adalah Sidik Jari yang direkam dari setiap wajib KTP adalah seluruh jari (berjumlah sepuluh), tetapi yang dimasukkan datanya dalam chip hanya dua jari, yaitu jempol dan telunjuk kanan. Sidik jari dipilih sebagai autentikasi untuk e-KTP karena alasan berikut:
1. Biaya paling murah, lebih ekonomis daripada biometrik yang lain
2. Bentuk dapat dijaga tidak berubah karena gurat-gurat sidik jari walaupun kulit tergores
3. Unik, tidak ada kemungkinan sama walaupun orang kembar

Informasi penduduk yang dicantumkan dalam e-KTP ditunjukkan pada layout kasar berikut:
Untuk mendapatkan informasi di atas dari penduduk, wajib KTP harus mengisi formulir tipe F1.01.
Selain tujuan yang hendak dicapai, manfaat e-KTP adalah Identitas jati diri tunggal yang tidak dapat dipalsukan, tidak dapat digandakan, bahkan dapat dipakai sebagai kartu suara dalam pemilu atau pilkada

Struktur e-KTP terdiri dari sembilan layer yang akan meningkatkan pengamanan dari KTP konvensional. Chip ditanam di antara plastik putih dan transparan pada dua layer teratas (dilihat dari depan). Chip ini memiliki antena didalamnya yang akan mengeluarkan gelombang jika digesek. Gelombang inilah yang akan dikenali oleh alat pendeteksi e-KTP sehingga dapat diketahui apakah KTP tersebut berada di tangan orang yang benar atau tidak. Untuk menciptakan e-KTP dengan sembilan layer, tahap pembuatannya cukup banyak, diantaranya:
1. Hole punching, yaitu melubangi kartu sebagai tempat meletakkan chip
2. Pick and pressure, yaitu menempatkan chip di kartu
3. Implanter, yaitu pemasangan antenna (pola melingkar berulang menyerupai spiral)
4. Printing,yaitu pencetakan kartu
5. Spot welding, yaitu pengepresan kartu dengan aliran listrik
6. Laminating, yaitu penutupan kartu dengan plastik pengaman
e-KTP dilindungi dengan keamanan pencetakan seperti relief text, microtext, filter image, invisible ink dan warna yang berpendar di bawah sinar ultra violet serta anti copy design.

Penyimpanan data di dalam chip sesuai dengan standar internasional NISTIR 7123 dan Machine Readable Travel Documents ICAO 9303 serta EU Passport Specification 2006. Bentuk KTP elektronik sesuai dengan ISO 7810 dengan form factor ukuran kartu kredit yaitu 53,98 mm x 85,60 mm.

Proyek e-KTP dilatarbelakangi oleh sistem pembuatan KTP konvensional di Indonesia yang memungkinkan seseorang dapat memiliki lebih dari satu KTP. Hal ini disebabkan belum adanya basis data terpadu yang menghimpun data penduduk dari seluruh Indonesia. Fakta tersebut memberi peluang penduduk yang ingin berbuat curang terhadap negara dengan menduplikasi KTP-nya.

Beberapa diantaranya digunakan untuk hal-hal berikut:
1.    Menghindar Pajak.
2.    Memudahkan pembuatan paspor yang tidak dapat dibuat di seluruh kota
3.    Mengamankan korupsi
4.    Menyembunyikan identitas (misalnya oleh para teroris)

Fungsi dan kegunaan e-KTP adalah :
1. Sebagai identitas jati diri
2. Berlaku Nasional, sehingga tidak perlu lagi membuat KTP lokal untuk pengurusan  izin, pembukaan rekening Bank, dan sebagainya;
3.    Mencegah KTP ganda dan pemalsuan KTP; Terciptanya keakuratan data penduduk untuk mendukung program pembangunan.

Penerapan KTP berbasis NIK (Nomor Induk Kependudukan) telah sesuai dengan pasal 6 Perpres No.26 Tahun 2009 tentang Penerapan KTP berbasis Nomor Induk Kependudukan Secara Nasional Jo Perpres No. 35 Tahun 2010 tentang perubahan atas Perpres No. 26 Tahun 2009 yang berbunyi :
1. KTP berbasis NIK memuat kode keamanan dan rekaman elektronik sebagai alat verifikasi dan validasi data jati diri penduduk;
2. Rekaman elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berisi biodata, tanda tangan, pas foto, dan sidik jari tangan penduduk yang bersangkutan;
3.    Rekaman seluruh sidik jari tangan penduduk disimpan dalam database kependudukan;
4.    Pengambilan seluruh sidik jari tangan penduduk sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan pada saat pengajuan permohonan KTP berbasis NIK, dengan ketentuan : Untuk WNI, dilakukan di Kecamatan; dan Untuk orang asing yang memiliki izin tinggal tetap dilakukan di Instansi Pelaksana *).
5.    Rekaman sidik jari tangan penduduk yang dimuat dalam KTP berbasis NIK sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berisi sidik jari telunjuk tangan kiri dan jari telunjuk tangan kanan penduduk yang bersangkutan;
6. Rekaman seluruh sidik jari tangan penduduk sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat diakses oleh pihak-pihak yang berkepentingan sesuai dengan peraturan perundang-undangan;
7.    Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara perekaman sidik jari diatur oleh Peraturan Menteri.

Nomor NIK yang ada di e-KTP nantinya akan dijadikan dasar dalam penerbitan Paspor, Surat Izin Mengemudi (SIM), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Polis Asuransi, Sertifikat atas Hak Tanah dan penerbitan dokumen identitas lainnya (Pasal 13 UU No. 23 Tahun 2006 tentang Adminduk KTP Elektronik / e-KTP (2011)
   
Proses Pembuatan e-KTP (plus Video)
Proses Pembuatan e-KTP, Kurang Lebih Sama dengan Pembuatan SIM dan Passport (tata cara, prosedur)
Proses pembuatan e-KTP (SecaraUmum)
>Ambil nomor antrean
>Tunggu pemanggilan nomor antrean
>Menuju keloketyang ditentukan
>Entry data dan foto
> Pembuatan KTP selesai
- Penduduk datang ke tempat pelayanan membawa surat panggilan
- Petugas melakukan verifikasi data penduduk dengan database
- Foto (digital)
- Tandatangan (pada alat perekam tandatangan)
- Perekaman sidik jari (pada alat perekam sidik jari) & scan retina mata
- Petugas membubuhkan TTD dan stempel pada surat panggilan yang sekaligus sebagai tandabukti bahwa penduduk telah melakukan perekaman foto tandatangan sidikjari.
- Penduduk dipersilahkan pulang untuk menunggu hasil PROSES PENCETAKAN 2 MINGGU setelah pembuatan.

Syarat pengurusan KTP> Berusia 17 tahun
> Menunjukkan surat pengantar dari kepala desa/lurah
> Mengisi formulir F1.01 (bagi penduduk yang belum pernah mengisi/belum ada  data di sistem informasi administrasi kependudukan) ditanda tangani oleh kepala desa/lurah
> Foto copy Kartu Keluarga (KK)

Proses pembuatan KTP> Ambil nomor antrean
> Tunggu pemanggilan nomor antrean
> Menuju ke loket yang ditentukan
> Entry data dan foto
> Pembuatan KTP selesai
> KTP diambil esoknya

Salah satu hal penting dalam Undang-Undang Administrasi Kependudukan adalah akan diberlakukannya nomor induk kependudukan (NIK). NIK yang nantinya akan terdiri atas 16 digit itu bersifat unik dan khas, tunggal, serta melekat pada seseorang (dan hanya pada orang itu) sepanjang masa. NIK akan dikenakan pada setiap orang ketika terdaftar sebagai penduduk Indonesia, dan NIK itu tidak dapat diubah sampai orang itu meninggal dunia.

Sesuai amanat Undang-undang Adminduk, ketentuan pemberlakuan NIK tersebut akan dijalankan secara bertahap, sesuai dengan perkembangan pembangunan database kependudukan nasional, yang sangat erat kaitannya dengan keterbatasan kelembagaan, pendanaan, dan sumber daya manusia yang ada. Undang-undang Adminduk menuntut NIK sudah mulai diberlakukan secara nasional pada tahun 2011. Undang-undang  Adminduk mengatur soal pengolahan informasi administrasi kependudukan, yang akan dikelola melalui sistem informasi administrasi kependudukan. Dengan system ini, database kependudukan akan selalu dimutakhirkan dan dijamin tingkat validitasnya.

Undang-undang itu juga mengatur  Nomor Induk Kependudukan yang dapat diakses untuk validasi berbagai dokumen kependudukan lain seperti paspor, surat sertifikat hak milik, surat izin mengemudi (SIM), dan sebagainya. Jadi, NIK adalah dasar untuk pelayanan publik ke depan. Dengan pemberlakuan NIK itu, kelak tolok ukur dalam pelayanan publik adalah NIK. Posisi NIK karena itu sangat penting untuk memperbaiki sistem dan pengelolaan informasi administrasi kependudukan nasional.

Tertib administrasi kependudukan yang diharapkan terwujud  dengan sistem yang baru, sangat diperlukan mengingat besarnya jumlah penduduk Indonesia. Dengan tertib administrasi, Pemerintah diharapkan dapat lebih mudah memenuhi hak-hak warga negaranya.

Diharapkan nantinya NIK dapat diakses oleh semua instansi adminduk sehingga tidak dimungkinkan lagi satu warga memiliki dua identitas atau lebih. Untuk lebih mengefektifkan administrasi kependudukan dan terwujudnya sistem administrasi kependudukan nasional yang efektif dan terintegrasi, harus ada sistem pelayanan, sistem pendaftaran, serta sistem penerbitan dokumen kependudukan yang rapi, terintegrasi, dan terkomputerisasi (online) dengan validitas dan akurasi data. Selain itu, juga harus dipikirkan pembangunan dan pengembangan Sistem Administrasi Kependudukan yang standar dan berlaku nasional. Namun jumlah penduduk Indonesia yang tergolong besar tentu adalah tantangan tersendiri. Pasti dibutuhkan teknologi informasi yang canggih untuk menerapkan sistem ini secara on-line.

Kendala dana tentu akan menghadang, sebab infrastruktur telekomunikasi dan pendukungnya masih terbatas, apalagi untuk melayani penduduk yang tersebar dipulau-pulau yang jumlahnya saja sekitar 17.000 buah pulau.

Pada 2006, sosialisasi, penataran, penyiapan peralatan, serta penerapan sistem dan operasionalisasi dipusat, 22 provinsi, 298 Kabupaten/ Kota, dan 3.682 kecamatan terus dilakukan. Pada 2007, hal itu ditindaklanjuti dengan pemeliharaan sistem dan operasionalisasi di pusat sampai kecamatan, dan diharapkan pada 2009 database kependudukan kabupaten/kota, provinsi, dan nasional sudah terbangun. Lalu dalam lima tahun sejak undang-undang itu disahkan, diharapkan pelaksana teknis di 5.300 kecamatan sudah terbentuk.

Membaca NIK ( Nomor induk Kependudukan)
Nomor Induk Kependudukan yang tercantum di KTP atau Akta Lahir adalah nomor unik, khas, tunggal, dan melekat selamanya, yang diberikan Negara pada penduduk. Namun tahukah Anda jika Anda memberitahukan NIK Anda kepada orang lain, maka Anda telah memberitahukan tanggal lahir? Ya.Karena informasi itu terdapat pada NIK.Inilah format NIK:
AABBCCDDEEFFGGGG

Ada16 angka (digit) yang terdiri dari:
AA (1-2):Kode provinsi dimana NIK diterbitkan
BB (3-4):Kode kabupaten / kota dimana NIK diterbitkan.Angka lebih dari 70 menandakan"Kota"
CC (5-6):Kode kecamatan dimana NIK diterbitkan
DD (7-8):Tanggal lahir. Jika perempuan, tanggalnya ditambah 40. Misalnya tanggal 04 akan menjadi 44.
EE (9-10):Bulan lahir
FF( 11-12):Dua angka terakhir tahun lahir.
GGGG (13-16): Nomor urut 0001-9999. Berurut sesuai dengan12angka sebelumnya.

Sebagaicontoh,misalkanseorangperempuanlahirdiKotamadyaBandungtanggal17Agustus1990
                Maka NIK-nya adalah : 10 50 24 570890 0001


Permohonan Akte Kelahiran Melalui Pengadilan Negeri Cibinong
Persyaratan :a.    Photo copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) ;
b.    Photo copy Kartu Keluarga (KK) ;
c.    Photo copy Surat Keterangan Lahir ;
d.    Photo copy Surat Nikah/Surat Nikah Orangtua ;
e.    Photo copy Surat Keterangan Kebenaran Orangtua ;

Prosedur :a.    Pemohon membuat Surat Permohonan yang diajukan kepada Ketua Pengadilan Negeri dimana Pemohon berdomisili ;
b.    Surat Permohonan ditandatangani Pemohon dan diserahkan kepada petugas pendaftar permohonan pada Meja I yang sebelumnya membayar panjar biaya permohonan melalui Bank yang ditunjuk oleh Pengadilan Negeri ;
c.    Setelah Surat Permohonan diberi nomor perkara dan dinyatakan lengkap kemudian diserahkan kepada Ketua Pengadilan Negeri melalui Panitera/Sekretaris – Wakil Panitera untuk ditetapkan Hakimnya dan ditunjuk Panitera Penggantinya ;
d.    Hakim yang ditetapkan membuat Penetapan Hari Sidang dan memerintahkan Jurusita Pengganti melalui Panitera Pengganti untuk memanggil Pemohon datang pada waktu dan tempat sidang ditentukan (1 Minggu) ;
e.    Pada saat sidang Pemohon datang dengan membawa bukti-bukti asli untuk dicocokkan dengan bukti persidangan yang sebelumnya sudah dilampirkan dalam permohonan berikut 2 (dua) orang saksi yang cakap
f.    Setelah pemeriksaan bukti-bukti surat dan saksi-saksi pendukung lainnya dapat dikabulkan oleh Hakim dan dibantu oleh Panitera, maka dibuat Penetapan yang memberi ijin Pemohon untuk mengurus Akte Kelahiran di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat.






(Sumber: Bidang Penyuluhan dan Informasi Dinas Dukcapil Kabupaten Bogor)


JADILAH ORANG PERTAMA YANG MENGOMENTARI :



Dikirim oleh Al Sabili pada 22.41. dan Dikategorikan pada . Kamu dapat meninggalkan komentar atau pesan terkait berita / artikel diatas
Kang Lintas
Kang Lintas Kang Lintas Kang Lintas

2010 Berita Bogor. All Rights Reserved. - Designed by Berita Bogor