PDAM Tirta Pakuan Gilir Pasokan Air Konsumen


KOTA BOGOR - Pasokan air bagi pelanggan PDAM Tirta Pakuan diduga akan meluas dan belum diketahui pasti kapan kembali normal.

Bahkan, terhitung mulai Rabu (21/11/2012) akan dilakukan penggiliran pasokan air di zona II dan IV. Kondisi ini semakin membuat kesal sejumlah pelanggan.

“Apapun alasan PDAM itu tak bisa diterima. Mereka buat kebijakan seenaknya.  Giliran pasokan air tersendat mereka beralasan adanya kerusakan lalu minta maaf. Lantas dikemanakan tagihan pelanggan atau bantuan asing buat penyehatan PDAM Tirta Pakuan?” keluh Riyanto, pelanggan di Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan. Selasa.

Reaski senada dilontrakan pelanggan lainnya. “Mobil tangki yang dikirim ke tempat kami tak cukup. Terpaksa kami menampung air hujan buat keperluan mandi dan lainnya,” ujar Adhi, pelanggan lainnya. Dia juga kaget ketika diberitahu, mulai Rabu akan dilakukan penggiliran pasokan air.

“Percuma saja menjadi pelanggan PDAM. Seharusnya alat yang tak berfungsi normal itu sudah diantisipasi mengingat Bogor dikenal  sebagai kota hujan. Itu alasan PDAM saja,” cetusnya.

Kabag Humas PDAM Tirta Pakuan Hendra Setiawan mengatakan, mulai besok akan dilakukan penggiliran pasokan air lantaran tingkat kekeruhan air baku meningkat tajam, akibat curah hujan yang tinggi. Menurutnya, salah satu sumber air utama PDAM, dari Sungai Cisadane. Belakangan ini tingkat kekeruhan air sungai ini melebihi batas normal 5 NTU.

“Kini kekeruhannya mencapai 9 NTU sehingga melebihi kapasitas. Demi menjaga kualitas air terpaksa kapasitasnya diturunkan dari 1.100 liter per detik menjadi 700 liter per detik sehingga pasokan air tergangu,” katanya. Berkurangnya kapasitas air ini memaksa pihaknya mengurangi pasokan air di Zona III, bahkan  berencana meluas ke zona IV.

Diakuinya, belum tahu pasti kapan pasokan air kembali normal. Namun dia berjanji kondisi  seperti ini tidak akan terjadi lagi jika pembangunan  Instalasi Pengolahan Air  (IPA) tahap kedua di Dekeng, Kecamatan Bogor Selatan selesai dibangun Juni 2013. (iwan/dms)

Hujan yang setiap hari mengguyur Kota Bogor dan sekitarnya malah membuat pasokan air PDAM Tirta Pakuan terhenti. Alhasil ribuan pelanggan yang tersebar di Kecamatan Bogor Timur dan Selatan terganggu aktivitasnya lantaran matinya pasokan air PDAM.

“Saat mandi air kran PDAM tidak ngocor. Saya kaget musim hujan, tapi air PDAM seret,” ujar Zafar, pelanggan warga Kelurahan Gudang Kecamatan Bogor Selatan, Senin. Menurutnya air PDAM mati sejak pk.04:30 dan ngocor lagi sekitar pk.09:00, namun tidak lancar. 

“Kami ngak tahu kenapa begini?” tanyanya. Kebanyakan pelanggan lainnya di antaranya di daerah zone II seperti di Kelurahan Cipaku, Sukasari, Gudang, Margajaya di Kecamatan Bogor Selatan dan sebagian di Kecamatan Bogor Timur seperti Kelurahan Babakan Pasar dan Tajur kesulitan air bersih.


Hujan deras air keruh

Direktur Teknik sementara PDAM Tirta Pakuan Hendri Darwin, mengakui matinya pasokan air karena hujan deras mengakibatkan tingkat kekeruhan air baku tinggi. Akibatnya Instalasi Pengolahan Air (IPA) tidak berfungsi secara normal. “Kekeruhan air meningkat dan banyak sampah plastik sehingga IPA tak berproduski maksimal,” jelasnya.

Pihaknya berupaya semaksimal mungkin agar IPA berfungsi normal kembali. “Tapi tak berjanji kapan pasokan air kembali normal sebab hujan masih mengguyur Bogor,” ujarnya.

Apabila IPAL selesai diperbaiki, lanjutnya, tak otomatis pasokan air lancar sebab harus ditampung di bak penampungan yang sudah kosong sejak Minggu malam. Sedangkan mengatasi pasokan air yang tersendat itu, pihaknya sudah mengirimkan sejumlah mobi tangki di daerah yang pasokan air macet. (iwan)







Editor: Michelle
Email: beritabogor2002@ gmail.com




JADILAH ORANG PERTAMA YANG MENGOMENTARI :



Dikirim oleh Al Sabili pada 20.48. dan Dikategorikan pada , . Kamu dapat meninggalkan komentar atau pesan terkait berita / artikel diatas
Kang Lintas
Kang Lintas Kang Lintas Kang Lintas

2010 Berita Bogor. All Rights Reserved. - Designed by Berita Bogor