Pemkot Bogor Sosialisasi KTP Elektronik

Untuk mensukseskan program nasional elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) pada tahun 2012 nanti, Pemerintah Kota Bogor menggelar sosialisasi Penerapan e KTP di Bale Binarum, Jumat (30/12/2011).

Sosialisasi dihadiri oleh sekitar 150 peserta yang terdiri mulai dari Lurah dan Camat, Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), muspida dan muspimwil, LPM, BKM, Karang Taruna, perguruan tinggi, lintas agama hingga sektor swasta seperti perbankan dan Rumah sakit.

Sosialisasi dibuka langsung oleh Walikota Bogor Diani Budiarto. Dalam sambutannya Diani mengharapkan agar pelaksanaan e-KTP di Kota Bogor dapat berjalan sesuai waktu yang sudah ditargetkan. “Semoga bisa berjalan lancar, target bisa terpenuhi dan tepat waktu. Sehingga pada tahun 2012 bisa terlaksana,” harap Diani.

Untuk itu, Diani mengharapkan kepada peserta sosialisasi mengikuti,kegiatan dengan baik. Sepulangnya dari acara, para peserta dapat mensosialisasikan e-KTP kepada jajarannya. Diani mengatakan, tahun 2011, persiapan e-KTP sudah dilaksanakan oleh instansi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bogor.

“Ini merupakan persiapan akhir. Kita harap dapat berjalan lancar sesuai tahapan dan ketentuan yang berlaku,” cetus Diani.

Dalam kesempatan tersebut, hadir Kasubdit Penyelaras Akhir Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kementrian Dalam Negeri Sri Hartati.

Sri menjelaskan bahwa e-KTP merupakan salah satu amanat UU No. 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, yakni guna mewujudkan tertib penyelenggaraan administrasi kependudukan dalam skala nasional dan menjamin kepastian hukum hak sipil penduduk.  

“Dengan penerapan e-KTP, maka akan memberikan rasa aman kepada masyarakat karena tidak dapat dipalsukan, sehingga dapat membantu meningkatkan keamanan negara. Karena secara otomatis akan mempersempit ruang gerak tindakan kriminal, teroris, TKI ilegal, perdagangan orang dan manipulasi dokumen perbankan,” jelasnya.

Sri menjelaskan sejumlah perbedaan mendasar antara e-KTP dengan KTP biasa. Dalam e-KTP akan tercantum 32 data kependudukan, mulai dari identitas pribadi, Nomor Induk Kependudukan (NIK) nasional, tanda tangan,  hingga sidik jari dan retina mata ybs. Data tersebut akan disimpan dalam sebuah chip.

Dengan adanya 32 identitas pribadi yang sangat personal, maka akan menyulitkan orang untuk membuat identitas ganda atau palsu. Ke depan, setiap orang wajib KTP, akan memiliki satu NIK yang berlaku secara nasional. NIK yang terdiri dari 16 digit ini merupakan kode wilayah, tanggal lahir dan nomor urut kependudukan.

“Dengan adanya e-KTP, juga akan memudahkan kepengurusan SIM, paspor dan kepengurusan perbankan. Dengan adanya e-KTP, orang dapat membuat SIM di mana saja, tidak terpaku dengan tempat dimana KTP dikeluarkan,” papar Sri. (chris)






Sumber Kota Bogor 30/12/2011

JADILAH ORANG PERTAMA YANG MENGOMENTARI :



Dikirim oleh Al Sabili pada 22.45. dan Dikategorikan pada , , . Kamu dapat meninggalkan komentar atau pesan terkait berita / artikel diatas
Kang Lintas
Kang Lintas Kang Lintas Kang Lintas

2010 Berita Bogor. All Rights Reserved. - Designed by Berita Bogor