Soal Gandoang, Warga Diminta Patuhi Hukum

Warga diminta untuk mematuhi hukum yang berlaku terkait kasus Gandoang. Permasalahan itu dipicu dua perusahaan penambangan PT AGB dan CV SCA belum memenuhi tiga persyaratan utama.

Persyaratan dimaksud yakni pemulihan lingkungan sesuai petunjuk Kementrian Lingkungan Hidup, melengkapi kegiatan pertambangan dengan dokumen UKLTL dan melakukan pemantauan lingkungan pertambangan bersama-sama dengan instansi yang membidangi masalah lingkungan hidup.

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Bogor, H.TB. Luthfi Syam kepada beritabogor, Rabu (5/10/2011).

Atas petunjuk Kementrian Lingkungan Hidup Bupati pada 25 April 2011 mengeluarkan surat penghentian kegiatan pertambangan kepada kedua perusahaan tersebut. Hal ini demi menjaga kelestarian lingkungan hidup khususnya di daerah galian pasir.

Dalam prosesnya pihak perusahaan yang menjadi penggugat ditolak seluruh gugatannya oleh kejaksaan dan melakukan banding tetapi nantinya persoalan ini langsung di lakukan di PTUN Jakarta bukan di Bandung lagi.

Adanya gejolak masyarakat terkait dehentikannya galian tersebut, TB.Luthfi Syam yang mewakili Bupati Rachmat Yasin mengajak masyarakat untuk mematuhi dan mengikuti proses hukum yang berlaku. Hal ini agar terciptanya suasana yang kondusif.

“Pemda hanya melakukan penghentian sementara, bukan penutupan lokasi penambangan, hal ini dilakukan agar perusahaan terkait memenuhi persyaratan dan untuk menjaga lingkungan hidup”, terang Luthfi.

Warga Diminta Patuhi Hukum

Soal demo warga Kecamatan Cilengsi kepada Pemda Kabupaten Bogor mengenai tuntutan dibukanya kembali Galian Pasir Gandoang.

Kepala Diskominfo Kabupaten Bogor, H.TB. Luthfi Syam menerangkan bahwa Galian Pasir di Desa Gandoang Kecamatan Cileungsi yang dilakukan dua perusahaan pertambangan PT AGB dan CV SCA tidak ditutup dan hanya dihentikan sementara.

“Galian tersebut tidak ditutup, hanya dihentikan hingga memenuhi tiga syarat utama yakni pemulihan lingkungan sesuai petunjuk Kementrian Lingkungan Hidup, melengkapi kegiatan pertambangan dengan dokumen UKLTL dan melakukan pemantauan lingkungan pertambangan bersama-sama dengan instansi yang membidangi masalah lingkungan hidup”, terang Luthfi.

Lebih lanjut Luthfi mengatakan atas petunjuk Kementrian Lingkungan HidupBupati pada 25 April 2011 mengeluarkan surat penghentian kegiatan pertambangan kepada kedua perusahaan tersebut. Hal ini demi menjaga kelestarian lingkungan hidup khususnya di daerah galian pasir.

“Proses hukum masih berjalan, mengingat kedua perusahaan tersebut melakukan banding karena gugatannya telah ditolak seluruhnya oleh pihak kejaksaan, tetapi nantinya persoalan ini langsung di lakukan di PTUN Jakarta bukan di Bandung lagi”, tambah Luthfi.

Melihat hal tersebut warga diharapkan dapat mengikuti proses hukum yang sedang berjalan. Penghentian ini bukan untuk kepentingan pemda Kabupaten Bogor melainkan demi kepentingan masyarakat dan pelestarian lingkungan.

Setiap kegiatan pertambangan wajib memulihkan lingkungan di tempat menambang dan sekitarnya, ini akan merusak lingkungan jika hal tersebut tidak dilakukan.

Kedatangan 500 warga Kecamatan Cileungsi yang dipimpin H.Zaenal langsung diterima oleh Kepala Bidang Pertambangan ESDM Kabupaten Bogor Asep Sulaiman, Kasi Teknik Pertambangan Umum Dedi dan Kasubag Bantuan Hukum Sekretaris Daerah.(dh/at)


JADILAH ORANG PERTAMA YANG MENGOMENTARI :



Dikirim oleh Al Sabili pada 23.15. dan Dikategorikan pada , , . Kamu dapat meninggalkan komentar atau pesan terkait berita / artikel diatas
Kang Lintas
Kang Lintas Kang Lintas Kang Lintas

2010 Berita Bogor. All Rights Reserved. - Designed by Berita Bogor