Kebun Raya Bogor

Terhitung mulai tanggal 1 Januari 2008, harga tiket masuk Kebun Raya Bogor termasuk Museum Zoology, disesuaikan menjadi :

  • Untuk Pengunjung Rp. 9.500,- / orang.
  • Mobil / roda 4 Rp. 15.000,-.
  • Parkir Motor Rp. 2.500,-.

The price has included insurance and contribution for Bogor municipality according to the governmental decree PP No. 75 2007 on December 10th 2007. For pupils and students, 50 % discount is available by sending acknowledgment letter one day prior to visit.

SEJARAH

Pada tahun 1811, ketika perang Napoleon di eropa, Indonesia pada waktu itu bernama Hindia Belanda atau Nederlandsch Indie, direbut oleh Inggris dari kekuasaan Belanda.ketika Napoleon jatuh (1815/1816) para pemimpin negara di Eropa membuat perjanjian, antara lain tentang pembagian wilayah kekuasaan.

Pada tahun 1816 Inggris menggembalikan kekuasaan Indonesia ke tangan Belanda. Peperangan yang terjadi di Eropa menyebabkan Belanda mengalami kelesuan, Kerajaan Belanda mengembangkan ilmu pengetahuan, karena mereka tahun tegak dan kejayaannya Belanda ditandai antara lain dengan ilmu pengetahuan. Untuk ini dikirimlah C.Th.Elout, A.A Boykens dan G.A.G.P. Baron Van Der Capellen, ke Indonesia dan Dr. Casper Goerge Carl Reinwardt selaku penasehat.

Pada tanggal 15 April 1817 Reinwardt mencetuskan gagasannya untuk mendirikan Kebun Botani yang disampaikan kepada G.A.G.P. Baron Van Der Capellen,Komisaris Jendral Hindia Belanda dan beliau akhirnya menyetujui gagasan Reinwardt. Kebun Botani ini didirikan di samping Istana Gubernur Jendral di Bogor pada tanggal 18 Mei 1817, dilakukan pemancangan patok pertama yang menandai berdirinya Kebun Raya yang diberi nama 'Slands Plantentiun te Buitenzorg'.

Berdirinya Kebun Raya ini menandai tegaknya kekuasaan Belanda dengan dimulainya kegiatan ilmu pengetahun Biologi, terutama bidang botani di Indonesia secara terorganisasi.

Setelah kemerdekaan, tahun 1949 "Slands Plantentiun te Buitenzorg" berganti nama menjadi Jawatan Penyelidikan Alam, kemudian menjadi Lembaga Pusat Penyelidikan Alam (LLPA) dipimpin dan dikelola oleh bangsa Indonesia, Direktur LPPA yang pertama adalah Prof. Ir. Kusnoto Setyodiwiryo.

Pada waktu itu LPPA punya 6 anak lembaga, yaitu Bibliotheca Bogoriensis, Hortus Botanicus Bogoriensis, Herbarium Bogoriensis, Treub Laboratorium, Musium Zoologicum Bogoriensisi dan Laboratorium Penyelidikan Laut.

Untuk pertama kalinya tahun 1956 pimpinan Kebun Raya dipegang oleh bangsa Indonesia yaitu Sudjana Kasan menggantikan J. Douglas.

Untuk perkembangan koleksi tanaman sesuai dengan iklim yang ada di Indonesia, Kebun Raya Bogor membentuk cabang di beberapa tempat, yaitu :

  1. Kebun Raya Cibodas(Bergtuin te Cibodas, Hortus dan Laboratorium Cibodas)di Jawa Barat, luasnya 120 Ha dengan ketinggian 1400 m, didirikan oleh Teysman tahun 1866, untuk koleksi tanaman dataran tinggi beriklim basah daerah tropis dan tanaman sub-tropis. Tahun 1891 Kebun ini dilengkapi dengan Laboratorium untuk Penelitian flora dan fauna.
  2. Kebun Raya Purwodadi (Hortus Purwodadi) di Jawa Timur, didirikan oleh Van Sloten tahun 1941. Luasnya 85 Ha dengan Ketinggian 250 m, untuk koleksi tanaman dataran rendah, iklim kering daerah tropis.
  3. Kebun Raya "Eka Karya" Bedugul-Bali didirikan tahun 1959 oleh Prof. Ir. Kusnoto Setyodiwiryo. Luasnya 159,4 Ha dengan ketinggian 1400 m, untuk koleksi tanaman dataran tinggi beriklim kering.

Reintroduksi merupakan istilah yang sangat umum untuk menjelaskan upaya penanaman kembali suatu jenis tumbuhan ke habitat alami. Dalam pengertian yang lebih terperinci Reintroduksi dibedakan ke dalam beberapa istilah, yaitu:

  1. Reintroduksi (reintroduction)

Reintroduksi adalah pelepasan dan pengelolaaan suatu spesies tumbuhan atau binatang ke suatu area diamana spesies itu dulu pernah ada, tetapi sekarang telah punah atau dipercaya telah punah dari area tersebut.

  1. Translokasi (translocation)

Penanaman suatu jenis tumbuhan (langka) yang berasal dari suatu daerah ke daerah lain yang masih termasuk dalam kawasan distribusi jenis tumbuhan tersebut, baik ke daerah yang telah diketahui sebagai tempat hidup tumbuhan tersebut atau ke daerah yang baru sama sekali.

  1. Penguatan (reinforcement /supplementation/enhancement)

Merupakan upaya peningkatan populasi (ukuran maupun keragaman) suatu jenis tumbuhan (langka) pada suatu daerah dengan penanaman individu-individu baru.

  1. Restorasi (restoration)
    • Revegetasi atau reklamasi

Merupakan upaya mengembalikan status ekologi suatu lahan atau kawasan ke bentuk semula melalui penanaman kembali jenis-jenis tumbuhan yang diketahui pernah hidup di tempat tersebut dan meminimalkan jenis-jenis pendatang.

    • Reinstatement

Merupakan upaya perbaikan kondisi lahan atau kawasan terdegradasi melalui penanaman jenis-jenis tumbuhan (tidak memperhatikan asal usul tumbuhan yang ditanam)

Tujuan reintroduksi adalah untuk memulikan keberadaan suatu spesies yang telah punah secara global atau lokal di habitat alaminya (di dalam area geografiknya). Sasaran reintroduksi adalah :

  1. Meningkatkan sintasan
  2. Memperbaiki/memelihara keanekaragaman hayati dan proses-proses alami
  3. Membangun spesies kunci
  4. Memberi manfaat ekonomi jangka panjang (lokal/nasional)
  5. Meningkatkan kesadaran konservasi

Justifikasi reintroduksi (reintroduction justification), alasan-alasan kegiatan reintroduksi termasuk di dalamnya adalah:

  1. Konservasi in-situ merupakan pertimbangan utama dan reintroduksi merupakan suatu bentuk kompromi dan sebagai jembatan antara konservasi ex-situ dan in-situ (konservasi terpadu).
  2. Pengelolaan habitat sering memerlukan cara-cara yang praktis tetapi berbasis ilmiah (misalnya restorasi) dan reintroduksi merupakan bagian penting restorasi habitat/vegetasi, khususnya bila spesies yang direintroduksi merupakan elemen penting habitat tersebut.
  3. Ekologi spesies langka menjelaskan kondisi-kondisi lingkungan dimana spesies itu berada, mengapa lingkungan tersebut penting, mengapa suatu spesies langka bisa sintas (survive) atau mengapa suatu spesies tersebut bisa merosot populasinya.
  4. Reintroduksi dapat membantu stabilitas dan rehabilitasi habitat, karena studi spesies untuk program reintroduksi memfokuskan pada semua faktor yang mempengaruhinya dan bagaimana spesies tersebut berinteraksi dengan habitatnya.
  5. Reintroduksi merupakan proses yang positif dan mengganti sesuatu yang pernah ada. Walaupun reintroduksi spesies ke habitat alaminya bukan merupakan program yang murah, tetapi dalam jangka panjang akan lebih murah bila dibandingkan dengan pemeliharaan spesies secara ex-situ.

Reproduksi dan sintasan spesies di habitat alaminya merupakan nilai yang penting dalam memelihara kualitas lingkungan. Tahapan Reintroduksi (reintroduction stage):

  1. Persiapan (pre-activities)
    • Membentuk tim
    • Melakukan studi biologi dan ekologi spesies
    • Menimba pengalaman dari program-program reintroduksi sebelumnya
    • Menentukan lokasi/area reintroduksi
    • Mengevaluasi area reintroduksi
    • Menjamin ketersediaan stok yang akan direintroduksi
    • Menentukan indikator kesuksesan program
    • Mengkaji aspek sosio-ekonomik dan legal
  2. Pelepasan/penanaman (released stages)
    • Memperoleh persetujuan dari otoritas kawasan
    • Melibatkan prapihak terkait
    • Mengumpulkan dana yang cukup
    • Menentukan cara pengangkutan (mengangkut stok dan meminimalkan stress)
    • Menentukan strategi penanaman (aklimatisasi, jumlah, komposisi, teknik penanaman, waktu penanaman, mencatat data-data ilmiah, memastikan bebas patogen/penyakit)
    • Melakukan pendidikan konservasi untuk memperoleh dukungan masyarakat lokal dalam jangka panjang
    • Melakukan public relations
    • Merancang program monitoring
    • Melakukan proteksi (misalnya misalnya dengan pemagaran bila diperlukan)
  3. Pasca pelepasan
    • Melakukan monitoring kesehatan dan sintasan individu (direct tagging, telemetry atau pelibatan informasi)
    • Melakukan re-inforcement bila perlu
    • Melakukan studi demografi, ekologi, dan biologi dari individu-individu yang dilepas (termasuk proses adaptasi, mortalitas, ancaman, dan hama)
    • Melakukan revisi program (termasuk penghentian bila perlu)
    • Melindungi habitat (penjagaan, aspek legal)
    • Melakukan kegiatan public relations dan pendidikan
    • Melakukan evaluasi teknik reintroduksi
    • Melakukan publiksi

Menjadi salah satu Kebun Raya terbaik di dunia dalam bidang konservasi dan penelitian tumbuhan tropika, pendidikan lingkungan dan pariwisata.

Misi

  • Melestarikan tumbuhan tropika.
  • Mengembangkan penelitian bidang konservasi dan pendayagunaan tumbuhan tropika.
  • Mengembangkan pendidikan lingkungan untuk meningkatkan pengetahuan dan apresiasi masyarakat terhadap tumbuhan dan lingkungan.
  • Meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat.

Tujuan

  • Mengkonservasi tumbuhan Indonesia khususnya dan tumbuhan tropika umumnya.
  • Melakukan reintroduksi atau pemulihan tumbuhan langka.
  • Memfasilitasi pembangunan kawasan konservasi ex situ tumbuhan.
  • Meningkatkan jumlah dan mutu terhadap konservasi dan pendayagunaan tumbuhan.
  • Menyiapkan bahan untuk perumusan kebijakan bidang konservasi ex situ tumbuhan.
  • Meningkatkan pendidikan lingkungan.
  • Meningkatkan pelayanan jasa dan informasi perkebunrayaan.
Sumber : PKT KRB

JADILAH ORANG PERTAMA YANG MENGOMENTARI :



Dikirim oleh Al Sabili pada 15.54. dan Dikategorikan pada , , . Kamu dapat meninggalkan komentar atau pesan terkait berita / artikel diatas
Kang Lintas
Kang Lintas Kang Lintas Kang Lintas

2010 Berita Bogor. All Rights Reserved. - Designed by Berita Bogor