Dinas Peternakan Dan Perikanan Bina Kelompok Tani

Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) akan terus melakukan pemantauan dan pembinaan terhadap kelompok tani yang mendapatkan bantuan dari pemerintah Pusat maupun Provinsi Jawa Barat Pasalnya, bantuan yang langsung ditujukan kepada para kelompok tani itu, dinilai rawan terjadi penyimpangan.

"Walaupun sampai sekarang belum ada laporan penyimpangan, tapi untukmengantisipasi terjadinya hal tersebut, setelah bantuan kepada kelompok tani itu turun, maka akan saya terus pantau," tegas Kepala Dis­nakan, drh. Soetrisno.

Menurut dia, selama ini bantuan dari pusat maupun provinsi dialokasikan langsung kepada tiap kelom­pok tani tanpa melalui dinasnya. Baik itu berupa barang atau hewan, maupun uang tunai, sehingga hal itulah yang membuat jajaran dinasnya untuk terus memantau.

"Setiap tahunnya, bantuan-bantuan tersebut langsung diberikan kepada para kelompok tani tanpa masuk dulu ke kami. Kalau bantuannya berupa uang, maka masuk ke rekening ketua kelompok atau bendaharanya. Jadi kami di pemerintahan hanya sebatas mengawasi tiap bantuan itu, dengan meminta laporan pertangungjawaban kegiatan saja," ungkapnya.

Terkait anggaran yang didapat dinasnya tahun ini, Soetrisno mengaku ada peningkatan dibandingkan dengan tahun 2010 lalu. Apa sebab, biaya yang bersumber dananya dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) II Kabupaten Bogor dan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 21 miliar lebih.

"Peningkatannya bila diband­ingkan dengan tahun lalu, hampir sekitar 3,9 persen. Dan semua biaya yang diterima dinasnya itu, antara lain untuk melaksanakan berbagai kegiatan dan biaya gaji negara," jelasnya.

Selain anggaran sebesar Rp 21 miliar, kata Soetrisno, dana bantuan lain dari pemerintah pusat diantaranya, dari Departemen Kelautan sebesar Rp 13 miliar, dan Kementrian Pertanian Rp 3,5 miliar. "Nah, untuk bantuan dari Departemen Ke­lautan itu bernama Bansos (Bantuan sosial,red), dan Kementrian Kelau­tan namanya TP," paparnya.

la mengungkapkan, untuk tahun ini dinasnya telah mempersiapkan beragam program kegiatan seperti, pengembangan bidang peternakan dan perikanan, memberdayakan kelompok tani, pencegahan penyakit hewan maupun lainnya.

"Jadi besaran anggaran yang kami dapat ditahun ini, semuanya sudah terprogram secara baik dan terarah. Sehingga, diharapkan dengan ang­garan yang memadai, dapat meningkatkan peternakan dan peri­kanan di wilayah Kabupaten Bogor," tukasnya.

Sementara itu, adanya bantuan untuk modal usaha ternak ataupun perikanan sangat diinginkan sejumlah masyarakat di Kecamatan Caringin. Seperti yang dikatakan Deni Ardiana, warga Kampung dan Desa Ciherang Pondok Kecamatan Caringin, dengan mendapatkan bantu­an untuk modal usaha ternaknya itu, banyak masyarakat di wilayahnya bisa mendapatkan pekerjaan.

"Sebelumnya saya pernah membuka ternak kambing dan ayam, tapi karena terbentur modal, usaha saya yarig sudah tahunan itu menjadi gulung tikar. Bermodal kandang yang sekarang masih ada, maka tahun ini saya akan mengajukan bantuan ke dinas," pungkasnya kemarin. (ded/als)



Sumber : Pakuan Raya 21/02/2011

JADILAH ORANG PERTAMA YANG MENGOMENTARI :



Dikirim oleh Al Sabili pada 22.36. dan Dikategorikan pada , . Kamu dapat meninggalkan komentar atau pesan terkait berita / artikel diatas
Kang Lintas
Kang Lintas Kang Lintas Kang Lintas

2010 Berita Bogor. All Rights Reserved. - Designed by Berita Bogor